Nelayan Kompak Dukung Jokowi, Pangandaran Targetkan Lumbung Suara di Jabar

NELAYAN Pangandaran deklarasikan dukungannya untuk Jokowi-Ma’ruf. dede/ruang berita

PANGANDARAN, ruber — Dukungan untuk pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin datang dari para nelayan Kabupaten Pangandaran. 

BACA JUGA: Timsus 1901 Sosialisasikan Jokowi-Ma’ruf Lewat Bazar

Ribuan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu mendeklarasikan dukungan dan komitmen itu di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Minasari Pantai Timur Pangandaran, Minggu (10/2/2019).

Ketua DPC HNSI Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata menyatakan, untuk di Kabupaten Pangandaran sendiri pihaknya menargetkan kemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 di atas 75%.

“Insya Allah Kabupaten Pangandaran merupakan lumbung suara bagi pasangan Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin di Jawa Barat,” ujarnya.  Sementara, Wakil Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Pangandaran Fuad Husen mengatakan, para nelayan menilai pemerintah telah melaksanakan komitmennya dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut.

Yakni dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan yang menempatkan kaum nelayan sebagai pilar utama.

“Deklarasi ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan membangun budaya maritim,” katanya. Fuad menuturkan, dua hal tersebut telah direalisasikan oleh pemerintah selama kepemimpinan Presiden Jokowi yang diaplikasikan dalam tiga hal. Yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.  

“Atas dasar itu, kami nelayan Kabupaten Pangandaran satu tekad memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01 sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024,” tuturnya. 

Terlebih, kata Fuad, untuk kesinambungan pembangunan dalam sektor kelautan perikanan di Pangandaran sekaligus kesejahteraan nelayan. “Nelayan Kabupaten Pangandaran juga menyatakan siap sedia menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebutnya. dede ihsan

loading…