TASIKMALAYA, ruber – Sekitar 1.200 ekor ikan cupang ditebar ke sejumlah wilayah endemik DBD di kota Tasikmalaya sebagai upaya membasmi jentik nyamuk aedes aegypti yang jadi biang penyakit demam berdarah.

Kegiatan menebar ikan cupang ini dilaksanakan Pemkot Tasikmalaya bersama Badan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, komunitas budidaya ikan cupang Cimahi Betha Comunity (CBC).

Kepala Bidang Perikanan Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman Raksanagara mengatakan, secara simbolis pihaknya bersama masyarakat menebar ikan di Perum Kota Baru, Kecamatan Cibeureum.

“Ikan cupang ini hidup di air bersih dan bisa dipelihara di dalam rumah. Seekor cupang mampu melahap delapan puluh jentik sekali makan,” kata Hendra di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya Jumat (8/2/2019).

Menurut Hendra, keberadaan ikan cupang sangat efektif memberantas jentik nyamuk DBD yang berkembang biak di air bersih. Warga bisa memasukan ikan ini ke dalam bak kamar mandi atau penampungan air.

Hendra berharap, penebaran ikan cupang ini bisa menekan penyebaran penyakit demam berdarah yang dipicu nyamuk aedes aegypti.  “Saya minta kepada warga untuk memelihara ikan ini, karena sangat bermanfaat untuk membunuh jentik nyamuk di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Deddy Arief Hendriyanto mengatakan, untuk pengadaan ribuan ikan ini, pihaknya melibatkan komunitas ikan cupang Cimahi.

“Pengadaan dan penyebaran ikan cupang ini merupakan kegiatan CSR dari komunitas ikan cupang Cimahi. Mereka sangat peduli terhadap pembasmian jentik nyamuk di daerah endemik DBD,” ungkapnya.

Lebih lanjut Deddy mengatakan, ikan cupang tidak mengeluarkan bau ketika dipelihara di air bersih seperti bak mandi atau penampungan air bersih. Karena efektif, kegiatan seperti ini sudah dilakukan di Kota Cimahi, dan sekarang giliran Kota Tasikmalaya.

Bahkan di sejumlah daerah lainnya, kegiatan serupa juga dilakukan, termasuk di Ibukota Jakarta. “Setelah ini, kami ada permintaan lagi dari  Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Mereka pun sama, ingin menekan jumlah jentik nyamuk penyebab DBD,” kata dia.

Di Kota Tasikmalaya sendiri sudah ada 64 warga yang terjangkit DBD. Lima di antaranya meninggal dunia, diduga akibat penyakit yang dipicu nyamuk mematikan ini. Hingga kini, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya masih melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Red

 

loading…