SUMEDANG, ruber — Pakar ekonomi Rizal Ramli mengusulkan agar negara membiayai partai politik sepenuhnya.

Rizal menyebutkan, dengan dibiayai negara, cost politik akan lebih ringan.

BACA JUGA: Relasi Sumedang Gerilya Ajak Pemilih Pemula dan Pemuda Sukseskan Pemilu 2019

Cara ini juga bertujuan untuk meminimalisasi praktik korupsi yang kerap menjerat anggota partai politik di Indonesia.

“Negara hanya mengeluarkan Rp30 triliun. Sementara sekarang ini, meski ngakunya tidak dibiayai oleh negara, tapi hampir tiap tahun negara itu kecolongan sampai Rp75 triliun,” ucapnya saat mengisi seminar di STIE SAS, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, negara akan menghemat lebih dari Rp45 triliun jika partai politik sepenuhnya dibiayai oleh negara.

“Tetapi, kalau masih ada yang nyolong, masih ada yang menyalahgunakan harus dihukum seberat-beratnya,” terangnya.

Rizal menerangkan, nantinya uang yang diberikan kepada partai politik harus diaudit secara ketat.

Sehingga, kata dia, jika terjadi penyelewengan negara wajib memberikan tindakan tegas.

“Di Amerika itu partai politik nyari dana sendiri. Dari sumbangan rakyatnya yang sudah makmur.”

“Di Indonesia juga begitu, undang-undangnya begitu juga. Tapi faktanya, rakyatnya kan masih miskin buat nyumbang partai,” tuturnya. dekha

loading…