PANGANDARAN, ruber — Persediaan rapid tes narkoba atau alat tes napza di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pangandaran kosong.

BACA JUGA: Tahun Ini, Anggaran Infrastruktur Jembatan di Pangandaran Rp5.9 Miliar

Kepala UPT Labkesda Kabupaten Pangandaran Aang Syaefurahmat mengatakan, saat ini pemohon Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) di Pangandaran meningkat.

Pemohon membutuhkan SKBN sebagai syarat pendaftaran tes Calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pemilu 2019.

“Persediaan rapid lagi kosong, jadi kami sarankan pemohon untuk melakukan tes ke BNN Ciamis, Polres Ciamis atau Banjar,” katanya. 

Aang menuturkan, pihaknya bisa membantu untuk pemeriksaan. Namun, rapid atau alat tes beli secara dikolektif yang nantinya diajukan ke panitia pengadaan alat tersebut.

“Asal ada kesepakatan seperti CPNS kemarin dikolektifkan di sini, karena kami tidak bisa menggratiskan,” tuturnya kepada ruber, Jumat (8/2/2019).

Aang menambahkan, pengadaan untuk alat tes napza tahun ini hanya untuk skala prioritas. Dan sekarang juga belum ada. 

“Kalau uji narkoba itu kan untuk orang-orang sehat yang butuh untuk persyaratan saja, bukan kami tidak mau bantu mereka. Namun karena anggaran tahun ini minim jadi kami fokus lebih ke menanggulangi orang sakit,” tambahnya. 

Prioritas saat ini, kata Aang, kepada hal-hal yang mendukung ke perawatan orang sakit. Seperti untuk pelayanan di ruang rawat inap, kemudian rawat jalan dari dokter.

Aang menyebutkan, setiap tahun pengadaan alat tes narkoba di Pangandaran hanya satu kali.

“Terkait nominal khusus alat tes tersebut kami kurang tahu, yang jelas jauh lebih rendah di bawah tahun kemarin.”

“Sedangkan harga per satu alat tes narkoba sebesar Rp150.000, tergantung merek,” sebutnya. dede ihsan

loading…