TASIKMALAYA, ruber — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi Pemilu 2019 di kalangan pemilih pemula atau kaum milenial di daerahnya.

Berbagai cara dilakukan oleh KPU Kota Tasik, salah satunya dengan memaksimalkan sosialisasi melalui media sosial (medsos).

BACA JUGA: Banyak Diskon Hepi 2019, Buruan ke Plaza Asia Tasikmalaya

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Ade Zaenul Mutaqin mengatakan, langkah tersebut dinilai efektif khususnya untuk kalangan pemula atau kaum milenial.

“Setiap PPK dan PPS di Kota Tasikmalaya diwajibkan memiliki tiga akun media sosial, baik itu Twitter, Facebook atau Instagram. Nantinya PPK dan PPS gencar menginformasikan seputar pemilu lewat postingan melalui medsos,” ujar Ade saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (12/1/2019).

Ade optimis, penyebaran informasi melalui media sosial yang dilakukan PPK dan PPS cepat tersampaikan ke kalangan milenial.

Lebih lanjut, Ade berpesan agar kaum milenial tidak bersikap apatis terhadap pemilu. Tetapi harus menjadikan pemilu sebagai sarana edukasi politik.

“Sebab nasib bangsa ada di pundak para kaum milenial,” ungkapnya.

Selain itu, untuk menunjang kebutuhan sosialisasi pemilu, KPU Tasik saat ini tengah membentuk tim Relawan Demokrasi (RELASI).

KPU akan merekrut 55 relawan melalui pendaftaran yang dibuka mulai dari 11-16 Januari 2016. Sosialisasi tersebut terbagi ke dalam 11 segmen.

“Di antaranya pemilih pemula, pemilih muda, basis keluarga, disabilitas, dan berkebutuhan khusus. Lalu komunitas perempuan, kelompok keagamaan, komunitas demokrasi, kaum marjinal, dan netizen atau pengguna internet,” terang Ade.

Ade menjelaskan, nantinya tugas Relasi adalah melakukan sosialisasi di 11 segmen tersebut selama tiga bulan, dari Januari hingga pertengahan April 2019 mendatang.

“Syarat untuk menjadi relawan, minimal pendidikan sekolah menengah atas, berusia minimal 17 tahun, bukan anggota politik, dan tidak tergabung tim sukses calon.”

“Pendaftaran Relasi bisa dilakukan langsung dengan mendatangi kantor KPU Kota Tasikmalaya di Jalan SKP 20-22 atau melalui website KPU Kota Tasikmalaya,” katanya.

Khusus untuk kalangan netizen, lanjut Ade, para relawan diwajibkan memiliki akun media sosial dengan seribu follower. Kalaupun tidak mencapai angka tersebut, setidaknya mendekati.

“Sebab nantinya, para relasi untuk kalangan netizen akan ditugaskan memposting konten-konten seputar pemilu, baik itu melalui audio visual ataupun berupa artikel yang mengajak kalangan netizen ikut berpartisipasi dalam pemilu 2019 ini,” paparnya.

Ade optimis 55 Relasi bisa terpenuhi menjelang Pemilu 2019. Sehingga sosialisasi kepada seluruh segmen bisa terpenuhi dan tingkat partisipasi masyarakat Kota Tasikmalaya meningkat.

“Pembentukan Relasi ini efektif untuk menyasar berbagai kalangan, dan pernah diterapkan di Pilwalkot dan Pilgub yang lalu,” ungkapnya. ayana/js

loading…