BANJAR, ruber — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar Joko Nurhidayat angkat bicara soal perpolitikan khususnya Pileg 2019.

Joko mempertanyakan soal niat para putra dan putri yang maju di Pileg 2019. Pasalnya, dari 30 kursi di DPRD Kota Banjar yang memperebutkan itu jumlahnya sampai 284 DCT. “Apa sih niat mereka maju di pileg ini?” tanyanya saat ditemui ruber, Senin (7/1/2019).

Joko mengapresiasi kepada para putra dan putri terbaik negeri yang maju dalam kontestasi perhelatan perpolitikan khususnya di Kota Banjar. Akan tetapi jauh lebih penting adalah meluruskan niat dan tujuan. Karena substansi demokrasi itu kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Ketika nantinya itu terpilih menjadi dewan harus benar-benar siap mengabdi bukan hanya jual beli apalagi babati,” kata Joko

Joko berharap besarnya gaji, tunjangan serta fasilitas lainnya yang bakal diterima oleh anggota dewan nanti bukan menjadi tujuan utama para kontestan yang ikut dalam kontestasi.

Akan tetapi hal tersebut tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu dari tujuan mereka yang ikut maju dalam perhelatan politik tahun ini.

“Saya secara pribadi berhusnudzon mereka maju untuk mengabdi bukan hanya datang lima tahun sekali ketika jadi,” ungkapnya.

Menurut Joko, Kota Banjar ke depan akan menghadapi tantangan yang besar. Banyak wacana dan isu yang perlu dituangkan dalam bentuk kebijakan para pemangku kebijakan.

Contohnya di wilayah pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan tinggi, pemberdayaan pemuda. “Ini harus menjadi konsentrasi bersama tentunya,” ungkapnya. agus purwadi

loading…