SUMEDANG, ruber – Dalam beberapa tahun terakhir, kedai atau kafe kopi begitu merajai bisnis sub sektor kuliner, yang ditandai dengan bermunculannya kedai kopi di berbagai lokasi keramaian kota, tak terkecuali di Sumedang.

“Buat saya, kumpul bareng teman di kafe kopi itu mendatangkan kegembiraan plus. Selain bisa menikmati kopi dengan rasa asli, juga bisa bertukar pikiran dengan teman-teman nongkrong. Itu lebih baik ketimbang nongkrong-nongkrong di tempat yang gak jelas,” kata Tita, warga Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan.

Kedai-kedai kopi di Sumedang memang tak sekadar menawarkan kopi dalam gelas. Selain menyajikan sensasi unik, penyedia layanan kopi juga menawarkan berbagai karakter yang bisa ditemui dalam biji kopi.

“Ada karakter acidity, sweet, body, fruty, chocolate dan lain-lain. Selain itu, di kedai, para penikmat kopi bisa berekspresi dan berinteraksi tanpa batas, sekaligus menghasilkan ide-ide kreatif,” kata Kidung Lazuardi Imani, pengusaha kedai kopi di bilangan Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang, kepada ruber, Selasa (25/12).

Selain menawarkan aneka jenis kopi macam arabika, robusta, liberika, espresso, hingga ristretto, kopi murni tanpa gula juga menjadi jenis minuman yang ditawarkan kedai-kedai, serta mendapatkan sambutan antusias dari para penikmatnya.

“Kopi tanpa gula disebut manual brew. Manfaatnya banyak, kopi ini membuat rasa nyaman di lambung, mengurangi risiko diabetes, mendetoks racun di usus, melancarkan peredaran darah, antidepresan, hingga mencegah sel sel kanker,” kata Kidung.

Tak bisa dipungkiri, minum kopi murni tanpa gula kini menjelma jadi favorit kaum setengah baya, dewasa, maupun milenial, sehingga bermunculan istilah-istilah seperti ‘ngopi cantik’, ‘ngopi pintar’, ‘ngopi ganteng’ dan sebagainya.

“Kopi memang sedang trendi, karena itulah banyak yang tergiur untuk menjalani usaha kafe kopi. Jika kopi sudah menjelma jadi kebutuhan, dan lebih dari sekadar gaya hidup, saya yakin bisnis kopi ini bakal bertahan lama,” kata Yanyan, 29, warga Rancapurut Sumedang Utara, yang mengaku menyukai kopi sejak duduk di bangku SMP. eta

loading…